DPKP Kalsel Latih Pengelola SPPG Gunakan Test Kit Pangan, Perkuat Keamanan Menu Bergizi untuk Anak

 


SIPALINGKALSEL.COM, BANJARBARU – Upaya memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi penerima manfaat program pemenuhan gizi terus diperkuat.


Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menjadwalkan pelatihan penggunaan test kit keamanan pangan bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Juni 2026.


Sebanyak 60 peserta dari Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru ditargetkan mengikuti pelatihan yang akan digelar di Kantor DPKP Kalsel. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan pengelola SPPG dalam memanfaatkan peralatan pengujian pangan yang sebelumnya telah disalurkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).


Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah Sarasakti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan di tingkat pelayanan gizi.


“Pada bulan Juni ini kami sudah mengagendakan pelatihan bagi pengelola SPPG. Target peserta sebanyak 60 orang yang berada di wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Untuk sementara dua daerah ini yang menjadi prioritas,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (2/6/2026).


Menurut Maulidinsyah, DPKP Kalsel juga membuka peluang untuk melibatkan perwakilan SPPG dari Kota Banjarmasin. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan internal.


Pelatihan akan difokuskan pada penggunaan test kit untuk mendeteksi keamanan pangan segar asal tumbuhan, terutama komoditas sayur dan buah yang menjadi bahan utama dalam penyediaan menu bergizi. Langkah ini dinilai penting karena masih ditemukan sejumlah pengelola SPPG yang belum memahami fungsi maupun cara penggunaan alat yang telah diterima.


“Di lapangan kami menemukan bahwa masih ada pengelola SPPG yang belum memahami tujuan dan cara penggunaan test kit yang telah dibagikan. Karena itu kami berinisiatif memfasilitasi pelatihan agar peralatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.


Tidak hanya petugas gizi, pelatihan juga akan melibatkan tenaga dapur dan pengolah makanan yang berperan langsung dalam penyediaan konsumsi bagi peserta didik. Dengan bekal pengetahuan tersebut, para peserta diharapkan mampu melakukan pemeriksaan sederhana terhadap bahan pangan sebelum diolah dan disajikan.


Selain pelatihan teknis, DPKP Kalsel juga akan memberikan edukasi mengenai pemilihan pangan segar yang aman dan berkualitas. Materi mencakup cara mengenali sayur dan buah yang layak konsumsi, bebas dari indikasi bahaya, serta memiliki nilai gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.


Melalui kegiatan ini, DPKP Kalsel berharap kualitas makanan yang disajikan oleh SPPG semakin terjamin, baik dari sisi keamanan pangan maupun kandungan gizinya. Dengan pengawasan yang lebih baik, program pemenuhan gizi di Kalimantan Selatan diharapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi kesehatan dan perkembangan peserta didik.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama