SIPALINGKALSEL.COM, BANJARMASIN - Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan resmi membuka Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Hasil Sumber Daya Alam Perikanan se-Kalimantan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan sekaligus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM).
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas besarnya potensi perikanan di Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Dengan kekayaan sumber daya perairan sungai dan laut serta kualitas hasil tangkapan yang unggul, sektor ini dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi produk olahan.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, mengatakan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah tingginya ketergantungan pada penjualan ikan dalam bentuk mentah serta belum optimalnya pemanfaatan hasil samping produksi.
“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan segar. Tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah, mudah rusak, dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha,” ujarnya di Banjarmasin, Senin (4/5/2026).
Melalui pelatihan ini, para pelaku IKM dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi pengolahan yang tepat guna guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Miftahul Chair menegaskan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi sektor perikanan dari hulu ke hilir agar lebih inovatif dan berdaya saing.
“Kita ingin memastikan bahwa potensi ikan yang melimpah tidak hanya dijual segar, tetapi dapat diolah menjadi produk inovatif yang diminati pasar modern. Inilah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha,” tegasnya.
Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi produk berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan. Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dinilai penting dalam membangun ekosistem industri pengolahan perikanan yang berkelanjutan.
“Sinergi sangat penting. Kita tidak hanya berbicara soal banyaknya hasil tangkapan, tetapi bagaimana kreativitas dalam hilirisasi mampu meningkatkan daya saing produk kita di tingkat nasional,” tambahnya.
Dinas Perindustrian Kalsel juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi IKM, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, standarisasi mutu, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan.
“Kami akan terus hadir mendampingi IKM agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi baru,” tutup Miftahul Chair.
Melalui pelatihan ini, sektor perikanan di Kalimantan diharapkan tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga unggul dalam pengolahan, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Posting Komentar