SIPALINGKALSEL.COM, MARABAHAN – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menggelar apel pagi yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (4/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Barito Kuala bertindak sebagai pelaksana apel, dengan Kepala BPBD Mirwan Efendi Siregar sebagai pembina.
Dalam amanatnya, Mirwan mengingatkan potensi ancaman cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung dari April hingga November 2026. Kondisi ini berpotensi memicu kemarau panjang sehingga lahan menjadi kering dan rawan terbakar.
Ia menyebutkan, Kabupaten Barito Kuala memiliki luas wilayah 2.429,59 kilometer persegi, dengan sekitar 98 persen merupakan lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kondisi ini harus menjadi perhatian serius kita semua karena risiko kebakaran sangat tinggi,” ujarnya.
Untuk itu, Mirwan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana, termasuk keterlibatan TNI, Polri, serta SKPD terkait.
Ia juga mengingatkan ASN agar menjadi pelopor dalam menghentikan praktik pembakaran lahan, meskipun selama ini dianggap sebagai cara yang lebih ekonomis.
Selain itu, camat, lurah, dan kepala desa diminta meningkatkan deteksi dini dengan mendirikan posko di wilayah rawan serta segera melaporkan titik api kepada BPBD.
Dari sisi penegakan hukum, Mirwan menegaskan bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi berat sesuai Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp15 miliar.
Ia juga mendorong ASN untuk berperan aktif sebagai edukator di lingkungan masing-masing, baik di keluarga maupun masyarakat, dalam upaya pencegahan karhutla.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap tingkat kerawanan karhutla di Barito Kuala dapat ditekan dan daerah ini terbebas dari bencana asap,” pungkasnya.

Posting Komentar